Rabu, 23 Mei 2012

Mubtada' Khobar

Mubtada' (المبتدأ) Definisi: Mubtada' adalah isim marfu' yang terletak di awal kalimat. Misal: • (الرجل مسلم) (Ar-rojulu muslimun) = Orang itu muslim • (الرجلان مسلمان) (Ar-rojulaani muslimaani) = Dua orang itu muslim • (الرجال مسلمون) (Ar-rijaalu muslimuuna) = Mereka itu muslim Keterangan: Perhatikan bahwa kata pertama pada ketiga contoh kalimat di atas (yaitu : Ar-rojulu,Ar-rojulaani, Ar-rijaalu) adalah mubtada'. Setiap mubtada' harus marfu'. Umumnya mubtada' terletak di awal kalimat, namun terkadang tidak (pada kasus-kasus tertentu). Secara umum juga, mubtada' itu ma'rifah (bukan nakirah), seperti pada ketiga contoh di atas, mubtada'-mubtada'nya ma'rifah dengan tanda adanya alif laam. Kecuali pada kasus-kasus tertentu mubtada' bisa nakirah. Khobar Mubtada' (خبر المبتدأ) Definisi: Khobar adalah setiap kata atau kalimat yang menyempurnakan makna mubtada. Misalnya seperti pada kalimat di atas, (yaitu muslimun,muslimaani, dan muslimuuna), ketiga kata tersebut adalah khobar, yang menyempurnakan makna mubtada'. Seandainya tidak ada khobar tersebut, maka kalimat di atas tidak akan dipahami maksudnya. Di dalam bahasa Indonesia, setiap kalimat minimal harus berpola S P (Subjek Prediket), bisajuga S P O atau S P O K. Masih ingat pelajaran bahasa Indonesia kan? :) Nah, di dalam bahasa Arab, kalau ada mubtada' maka khobar harus ada, polanya M K (Mubtada' Khobar),kalau tidak ada khobar maka belum menjadi kalimat yang sempurna. Paham? Kaedah Khobar: 1. Khobar harus sesuai dengan mubtada' dalam hal jumlah (mufrod, mutsanna, ataujama'nya). Bingung? Kalau bingung, coba baca pelajaran sebelumnya ya. Atau bisa tanya di bagian komentar. Lanjut? OK! Misalnya pada contoh dii atas, jika mubtada'nya mufrod (seperti Ar-rojulu), maka khobarnya pun harus mufrod, yaitu muslimun. Jika mubtada'nya mutsanna (seperti muslimaani), maka khobarnya pun harus mutsanna, yaitu muslimaani. Jika mubtada'nya jama' (sepertiAr-rijaalu), maka khobarnya pun harus jama', yaitu muslimuuna. Sudah paham sekarang? 2. Khobar harus sesuai dengan mubtada' dalam hal jenis (mudzakkar atau muannats nya). Misalnya, Jika mubtada'nya mudarrisah (pengajar wanita) pada kalimat (المدرسة حاضرة) (Al-Mudarrisatu Hadiroh) = Pengajar wanita itu datang. Maka khobarnya harus muannats juga yaitu حاضرة(Haadiroh, bukan Haadir). Sudah aja ya. (Mubtada’ dan Khobar) Mubtada’ adalah isim marfu’ yang biasanya terdapat di awal kalimat (Subyek) Khobar adalah sesuatu yang dapat menyempurnakan makna mubtada’ (Predikat) Contoh: مُحَمَّدٌ طَبِيْبٌ (Muhammad adalah seorang dokter) الْأُسْتَاذُ مَرِيْضٌ (Ustadz itu sakit) Ketentuan-ketentuan Mubtada’ dan khobar 1. Mubtada’ dan khobar merupakan isim-isim marfu’ Contoh: الْوَلَدُ نَشِيْطٌ (Anak itu rajin) أَبُوْكَ مَاهِرٌ (Bapakmu adalah orang yang pandai) الْقَاضِى عَادِلٌ (Hakim itu adil) 2. Mubtada’ dan khobar harus selalu sesuai dari sisi bilangannya. Contoh: الْمُسْلِمُ حَاضِرٌ (Seorang muslim itu hadir) الْمُسْلِمَانِ حَاضِرَانِ (Dua orang muslim itu hadir) الْمُسلِمُوْنَ حَاضِرُوْنَ (Orang-orang muslim itu hadir) 3. Mubtada’ dan khobar harus selalu sesuai dari sisi jenisnya. Contoh: الْمُسْلِمُ صَالِحٌ (Orang muslim itu sholeh) الْمُسْلِمَةُ صَالِحَةٌ (Orang muslimah itu sholihah) الْمُؤْمِنُوْنَ مُجْتَهِدُوْنَ (Para lelaki mu’min itu orang yang bersungguh-sungguh) الْمُؤْمِنَاتُ مُجْتَهِدَاتٌ (Para perempuan mu’min itu orang yang bersungguh-sungguh) - Khobar selalu menyesuaikan dengan Mubtada’ dalam setiap keadaan baik itu pada Mufrod, Mutsanna, Jama, Mudzakkar, atau Muannats. Contoh : 1/2/3 Anak laki/perempuan itu taat اَلْوَلَدُ مُطِيْعٌ اَلْوَلَدَانِ مُطِيْعَانِ اَ ْلأَوْلاَدُ مُطِيْعُوْنَ اَلْبِنْتُ مُطِيْعَةٌ اَلْبِنْتَانِ مُطِيْعَتَانِ اَلْبَنَاتُ مُطِيْعَاتٌ - Jika Mubtada’nya adalah Jama’ yang tidak berakal maka Khobarnya boleh menjadi dalam bentuk Jama’ atau Mufrod Muannats. Contoh : اَلشَّجَرَاتُ كَبِيْرَاتٌ (كَبِيْرَةٌ) Pohon pohon itu besar - Mubtada’ dan Khobar dapat berupa : 1. Jumlah Fi’liyyah الجملة الفعليّة Contoh : اَلرِّيَاضَةُ تُقَوِّى الْجِسْمَ Olahraga menguatkan tubuh 2. Jumlah ismiyyah الجملة الإسميّة Contoh : اَلشَّمْسُ نُوْرُهَا مُنِيْرٌ Matahari itu sinarnya terang 3. Syibhu Jumlah شِبْهُ جُمْلَةٍ a. Zhorf الظّرف Contoh : اَلْكُرَّاسَةُ عَلَى الْمَكْتَبِ Buku tulis itu diatas meja b. Jarr dan Majrur جارّ و مجرور Contoh : اَلصَّلاَةُ بَعْدَ اْلأَذَانِ Sholat itu setelah adzan Contoh I’ROB : اَلْوَلَدُ لِبَاسُهُ جَدِيْدٌ Anak laki itu bajunya baru اَلْوَلَدُ : مُبْتَدَأٌ مَرْفُوْعٌ بِالضَّمَّةِ Anak laki : Mubtada’ Marfu’ dengan Dhommah لِبَاسُهُ : “لباس” مُبْتَدَأ ثَان مَرْفُوْعٌ بِالضَّمَّةِ ، وَ “الهَاءُ” مُضَافٌ إِلَيْهِ مَبْنِيٌّ عَلَى الضَّمِّ فِى مَحَلِّ جَرٍّ Bajunya : “Baju” adalah Mubtada’ Kedua Marfu’ dengan Dhommah, Dan “Ha” adalah Mudhof Ilaih mabny atas Dhommah di tempat Jarr. جَدِيْدٌ : خَبَرُ الْمُبْتَدَإِ الثَّانِى مَرْفُوْعٌ بِالضَّمَّةِ ، وَالْجُمْلَةُ مِنَ الْمُبْتَدَإِ الثَّانِى وَخَبَرِهِ فِى مَحَلِّ رَفْعٍ خَبَر الْمُبْتَدَا اْلأَوَّل Baru : Khobar dari Mubtada’ kedua Marfu’ dengan Dhommah, Dan kalimat dari Mubtada’ kedua beserta Khobarnya di tempat Rof’i adalah Mubtada’ pertama. اَلسَّمَاءُ فَوْقَ اْلأَرْضِ Langit diatas bumi اَلسَّمَاءُ : مُبْتَدَأٌ مَرْفُوْعٌ بِالضَّمَّةِ Langit : Mubtada’ Marfu’ dengan Dhommah فَوْقَ : ظَرْفُ مَكَانٍ مَنْصُوْبٌ بِالْفَتْحَةِ وَهُوَ خَبَرُ الْمُبْتَدَإِ Diatas : Zhorfu Makan Manshub dengan Fathah dan dia adalah Khobar dari Mubtada’ اْلأَرْضِ : مُضَاٌ إِلَيْهِ مَجْرُوْرٌ بِالْكَسْرَةِ Bumi : Mudhof Ilaih Majrur dengan Kasroh هذا العلم ماخوذ من كتاب النّحو الواضح للمدارس الإبتدائيّة الجزء الثّالث

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar